09 Sep 2026 Humas PPs News Read 6 times

Program Studi Magister Ilmu Pertanian Universitas Khairun Gelar Kuliah Tamu: "Mendaratkan Asta Cita di Negeri Rempah"

Program Studi Magister Ilmu Pertanian Universitas Khairun Gelar Kuliah Tamu: "Mendaratkan Asta Cita di Negeri Rempah"

​Ternate — Program Studi Magister Ilmu Pertanian Pascasarjana Universitas Khairun sukses melaksanakan kegiatan Kuliah Tamu yang mengangkat tema strategis "Mendaratkan Asta Cita di Negeri Rempah". Acara akademik ini bertempat di Gedung SBSN Universitas Khairun.  

​Kuliah tamu tersebut dibuka secara resmi oleh Direktur Pascasarjana, Dr. Ir. Abdul Gaus, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng, serta didampingi oleh Ketua Program Studi Magister Ilmu Pertanian, Prof. Dr. Ir. Yusri Sapsuha, S.Pt., M.Sc., IPM.  

​Menyelaraskan Arah Kebijakan Nasional dengan Potensi Daerah

​Kegiatan ini menghadirkan pembahasan mendalam mengenai pentingnya menerjemahkan delapan misi strategis pemerintahan (Asta Cita) agar tidak sekadar menjadi wacana di tingkat pusat, melainkan benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat di daerah. Khususnya di Maluku Utara dan Kota Ternate yang dikenal sebagai poros perdagangan rempah dunia sejak berabad silam, komoditas unggulan seperti cengkih, pala, dan kelapa harus menjadi fokus utama pembangunan berbasis kepulauan.  

​Dalam pemaparannya yang diwakili melalui materi kebijakan pembangunan oleh Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Ir. Thamrin Marsaoly, S.P., M.Sc, ditegaskan bahwa kolaborasi Pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas/petani, serta media sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan sektor pertanian.  

​Peran Strategis Mahasiswa Pascasarjana

​Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa Magister Ilmu Pertanian didorong untuk menjadikan "Negeri Rempah" sebagai laboratorium hidup melalui empat peran strategis, yaitu:  

​Riset Terapan: Memfokuskan penelitian tesis pada peningkatan produktivitas serta kualitas cengkih, pala, dan kelapa.  

​Inovasi Hilirisasi: Mengembangkan teknologi pascapanen serta produk turunan rempah yang memiliki nilai tambah tinggi.  

​Advokasi Kebijakan: Menjadikan hasil kajian akademik sebagai masukan berbasis bukti (evidence-based) bagi perencanaan pembangunan daerah.  

​Pemberdayaan Petani: Melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk mendampingi petani rempah dalam meningkatkan kapasitas serta kesejahteraan mereka.  

​Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Khairun melalui Program Pascasarjana berkomitmen untuk terus mencetak akademisi dan riset unggul yang mampu mengawal pembangunan daerah menuju kemandirian ekonomi masyarakat yang tangguh berbasis kepulauan.  

​Bagaimana pandangan Anda mengenai peran riset perguruan tinggi dalam mendukung hilirisasi produk rempah lokal di daerah?